Sahabatku
Kini kian, kini kian, kini kian aku tak bisa menggandengmu
Waktuku, waktumu, takdirku, takdirmu
terus melaju bak roda kereta melintasi rel-rel sunyi
menyisakan berkas kenangan
dalam balutan kain putih yang terbungkus rapi di tubuhmu
Kawan, coba kau dengarkan,
lantunan do'a dari hatiku yang pilu.............
Kawan, semoga kau tenang di alam sana
Kini kian, kini kian, kini kian aku tak bisa menggandengmu
Waktuku, waktumu, takdirku, takdirmu
terus melaju bak roda kereta melintasi rel-rel sunyi
menyisakan berkas kenangan
dalam balutan kain putih yang terbungkus rapi di tubuhmu
Kawan, coba kau dengarkan,
lantunan do'a dari hatiku yang pilu.............
Kawan, semoga kau tenang di alam sana

0 komentar:
Posting Komentar